Social Icons

Pages

Kamis, 28 Juni 2018

CWCCA 2018

Pelatihan Perawatan Luka Modern 2018
CWCCA 2018(Certified Wound Care Clinician Assosiate)




Tanggal: 13-16 Agustus 2018
Tempat: Pananjung Meeting Room, HORISON PALMA PANGANDARAN
Deskripsi Event:
Ilmu perawatan luka sangat berkembang pesat beberapa dekade ini, ditunjang juga teknologi terbaru dalam pemilihan wound dresssing (balutan luka) yang menyebabkan banyak minat untuk mempelajari tentang perawatan luka, baik itu dari kalangan mahasiswa, praktisi kesehatan dilapangan dan juga kalangan dosen. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan luput dengan adanya luka, sudah pasti setiap manusia didunia ini pernah mengalami luka baik itu hanya luka kecil sampai adanya luka besar. Untuk itu, IMP Health Education bekerjasama dengan WoCare Center memberikan program pelayanan khusus dalam perawatan luka dengan konsultan terbaik spesialis dalam perawatan luka dan juga memberikan pelatihan tentang perawatan luka bagi semua kalangan.
Trainer:
  • WINNERS (Wocare For Indonesia Nurse) Team

Investasi:
  • Periode 1 (1 Mei-30 Juni 2018) : Rp.3.699.000,-
  • Periode 2 (1 Juli-31 Juli 2018) : Rp. 3.999.000,-

Fasilitas:
  • Sertifikat KEMENKES RI
  • Sertifikat Workshop PPNI
  • Sertifikat Kompetensi LKP Wocare Center
  • Training Kit (Tas, Block Note, Pulpen, ID Card)
  • 1 Set Wound Care Kit
  • Modul Materi (Student Handbook)
  • CD Pelatihan
  • Makan Siang 4x & Cofee Break 7x
  • Kaos Polo Pelatihan


More Information:
  • Hotline 1: 081 221 058 187 (whatsapp)
  • Hotline 2 : 085 221 055 660 (whatsapp)
  • Telephon: (0265) 750 1329

anda cari: pelatihan perawatan luka, perawatan luka modern, cwcca 2018, perawatan luka, ahli luka, perawat luka, sabun luka, dresing luka hanya ada di Pelatihan Ini.

Senin, 23 April 2018

Pelatihan Perawatan Luka Modern (CWCCA)


Pelatihan Perawatan Luka Modern
CWCCA (Certified Wound Care Clinician Assosiate)



Tanggal: 13-16 Agustus 2018
Tempat: Pananjung Meeting Room, HORISON PALMA PANGANDARAN
Deskripsi Event:
Ilmu perawatan luka sangat berkembang pesat beberapa dekade ini, ditunjang juga teknologi terbaru dalam pemilihan wound dresssing (balutan luka) yang menyebabkan banyak minat untuk mempelajari tentang perawatan luka, baik itu dari kalangan mahasiswa, praktisi kesehatan dilapangan dan juga kalangan dosen. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan luput dengan adanya luka, sudah pasti setiap manusia didunia ini pernah mengalami luka baik itu hanya luka kecil sampai adanya luka besar. Untuk itu, IMP Health Education bekerjasama dengan WoCare Center memberikan program pelayanan khusus dalam perawatan luka dengan konsultan terbaik spesialis dalam perawatan luka dan juga memberikan pelatihan tentang perawatan luka bagi semua kalangan.
Trainer:
  • Widasari Srigitarja, SKp., RN., WOC(ET)N
  • WINNERS (Wocare For Indonesia Nurse) Team

Investasi:
  • Periode 1 (1 Mei-30 Juni 2018) : Rp.3.699.000,-
  • Periode 2 (1 Juli-31 Juli 2018) : Rp. 3.999.000,-

Fasilitas:
  • Sertifikat KEMENKES RI
  • Sertifikat Workshop PPNI
  • Sertifikat Kompetensi LKP Wocare Center
  • Training Kit (Tas, Block Note, Pulpen, ID Card)
  • 1 Set Wound Care Kit
  • Modul Materi (Student Handbook)
  • CD Pelatihan
  • Makan Siang 4x & Cofee Break 7x
  • Kaos Polo Pelatihan


More Information:
  • Hotline 1: 081 221 058 187 (whatsapp)
  • Telephon: (0265) 750 1329


Selasa, 04 November 2014

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan

Akhirnya RUU Keperawatan resmi disahkan oleh DPR menjadi UU (Undang-Undang) sehingga ada payung hukum yang jelas untuk profesi perawat. “Seluruh fraksi menyetujui RUU ini dibawa ke pembahasan tingkat dua (sidang paripurna), yakni tahap pengesahan. Seluruh pimpinan fraksi sudah menandatanganinya,” kata Ketua Komisi X Ribka Tjiptaning dalam Rapat Paripurna, di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Kamis, (25/9/2014).
inilah aksi kami  "SUPPORT FOR UNDANG-UNDANG KEPERAWATAN" di depan gedung DPR RI 25 september 2014. syukur alhamdulillah.
untuk yang ingin download UU Keperawatan , KLIK DISINI. salinan UU RI No 38 Tahun 2014

Minggu, 05 Oktober 2014

Askep / Asuhan Keperawatan Tonsilitis

 

A. DEFINISI TONSILITIS

Tonsilitis akut adalah peradangan pada tonsil yang masih bersifat ringan. Radang tonsil pada anak hampir selalu melibatkan organ sekitarnya sehingga infeksi pada faring biasanya juga mengenai tonsil sehingga disebut sebagai tonsilofaringitis. ( Ngastiyah,1997 )
Tonsilitis

B. ETIOLOGI TONSILITIS

Penyebab tonsilitis bermacam – macam, diantaranya adalah yang tersebut dibawah ini yaitu :
  1. Streptokokus Beta Hemolitikus
  2. Streptokokus Viridans
  3. Streptokokus Piogenes
  4. Virus Influenza
Infeksi ini menular melalui kontak dari sekret hidung dan ludah (droplet infections)

C. PROSES PATOLOGI TONSILITIS

Bakteri dan virus masuk masuk dalam tubuh melalui saluran nafas bagian atas, akan menyebabkan infeksi pada hidung atau faring kemudian menyebar melalui sistem limfa ke tonsil.
Adanya bakteri dan virus patogen pada tonsil menyebabkan terjadinya proses inflamasi dan infeksi sehingga tonsil membesar dan dapat menghambat keluar masuknya udara.
Infeksi juga dapat mengakibatkan kemerahan dan edema pada faring serta ditemukannya eksudat berwarna putih keabuan pada tonsil sehingga menyebabkan timbulnya sakit tenggorokan, nyeri telan, demam tinggi bau mulut serta otalgia.

Askep Bayi Lahir Prematur

BAYI PREMATUR

Definisi :

Bayi baru lahir dengan umur kehamilan 37 minggu atau kurang saat kelahiran disebut dengan bayi prematur. Walaupun kecil, bayi prematur ukurannya sesuai dengan masa kehamilan tetapi perkembangan intrauterin yang belum sempurna dapat menimbulkan komplikasi pada saat post natal. Bayi baru lahir yang mempunyai berat 2500 gram atau kurang dengan umur kehamilan lebih dari 37 minggu disebut dengan kecil masa kehamilan, ini berbeda dengan prematur, walaupun 75% dari neonatus yang mempunyai berat dibawah 2500 gram lahir prematur.
Problem klinis terjadi lebih sering pada bayi prematur dibandingkan dengan pada bayi lahir normal. Prematuritas menimbulkan imaturitas perkembangan dan fungsi sistem, membatasi kemampuan bayi untuk melakukan koping terhadap masalah penyakit.
Masalah yang umum terjadi diantaranya respiratory disstres syndrom (RDS), enterocolitis nekrotik, hiperbilirubinemia, hypoglikemia, thermoregulation, patetnt duktus arteriosus (PDA), edema paru, perdarahan intraventrikular. Stressor tambahan lain pada infant dan orangtua meliputi hospitalisasi untuk penyakit pada bayi. Respon orangtua dan mekanisme koping mereka dapat menimbulkan gangguan pada hubungan antar mereka. Diperlukan perencanaan dan tindakan yang adekuat untuk permasalahn tersebut.
Bayi prematur dapat bertahan hidup tergantung pada berat badannya, umur kehamilan, dan penyakit atau abnormalitas. Prematur menyumbangkan 75% - 80% angka kesakitan dan kematian neonatus.

Etiologi dan faktor presipitasi:

Permasalahan pada ibu saat kehamilan :
  1. Penyakit/kelainan seperti hipertensi, toxemia, placenta previa, abruptio placenta, incompetence cervical, janin kembar, malnutrisi dan diabetes mellitus.
  2. Tingkat sosial ekonomi yang rendah dan prenatal care yang tidak adekuat
  3. Persalinan sebelum waktunya atau induced aborsi
  4. Penyalahgunaan konsumsi pada ibu seperti obat-obatan terlarang, alkohol, merokok dan caffeine

Askep Hipothermia

HIPOTHERMIA dan HIPERTHERMIA

HIPOTHERMIA

Suhu normal pada neonatus berkisar antara 360C - 37,50C pada suhu ketiak. Gejala awal hipothermia apabila suhu < 360C atau kedua kaki dan tangan teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin, maka bayi sudah mengalami hipothermia sedang (suhu 320C - <360C). Disebut hipothermia berat bila suhu tubuh < 320C. Untuk mengukur suhu tubuh pada hipothermia diperlukan termometer ukuran rendah (low reading termometer) sampai 250C. Disamping sebagai suatu gejala, hipothermia dapat merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian.
Yang menjadi prinsip kesulitan sebagai akibat hipothermia adalah meningkatnya konsumsi oksigen (terjadi hipoksia), terjadinya metabolik asidosis sebagai konsekuensi glikolisis anaerobik, dan menurunnya simpanan glikogen dengan akibat hipoglikemia. Hilangnya kalori tampak dengan turunnya berat badan yang dapat ditanggulangi dengan meningkatkan intake kalori.
Etiologi dan faktor presipitasi
  1. Prematuritas
  2. Asfiksia
  3. Sepsis
  4. Kondisi neurologik seperti meningitis dan perdarahan cerebral
  5. Pengeringan yang tidak adekuat setelah kelahiran
  6. Eksposure suhu lingkungan yang dingin

Askep BBL (Bayi Baru Lahir)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BARU LAHIR YANG SAKIT (HIPERBILIRUBINEMIA, HIPOTERMIA dan HIPERTERMIA, BAYI PREMATUR, ASFIKSIA)

PENDAHULUAN

Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0 – 28 hari. Kehidupan pada masa neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian neonatus. Diperkirakan 2/3 kematian bayi di bawah umur satu tahun terjadi pada masa neonatus. Peralihan dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin memerlukan berbagai perubahan biokimia dan faali. Dengan terpisahnya bayi dari ibu, maka terjadilah awal proses fisiologik sebagai berikut :
  1. Peredaran darah melalui plasenta digantikan oleh aktifnya fungsi paru untuk bernafas (pertukaran oksigen dengan karbondioksida)
  2. Saluran cerna berfungsi untuk menyerap makanan
  3. Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan bahan yang tidak terpakai lagi oleh tubuh untuk mempertahankan homeostasis kimia darah
  4. Hati berfungsi untuk menetralisasi dan mengekresi bahan racun yang tidak diperlukan badan
  5. Sistem imunologik berfungsi untuk mencegah infeksi
  6. Sistem kardiovaskular serta endokrin bayi menyesuaikan diri dengan perubahan fungsi organ tersebut diatas

Selasa, 10 Desember 2013

KEGAWATDARURATAN PADA LUKA BAKAR

Posting by Gunawan Muhaemin

Untuk  Powerpoint (Persentasi) silahkan DOWNLOAD DISINI !!!

2.1 Definisi
Luka bakar (combustio/burn) adalah cedera (injuri) sebagai akibat kontak langsung atau terpapar dengan sumber-sumber panas (thermal), listrik (electrict), zat kimia (chemycal), atau radiasi (radiation) . 
Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam (Guyton & Hall, 1997).
2.2         Etiologi
Luka bakar dikategorikan menurut mekanisme injurinya meliputi :
1.      Luka Bakar Termal
Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya.
2.      Luka Bakar Kimia
Luka bakar chemical (kimia) disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. Konsentrasi zat kimia, lamanya kontak dan banyaknya jaringan yang terpapar menentukan luasnya injuri karena zat kimia ini. Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri, pertanian dan militer. Lebih dari 25.000 produk zat kimia diketahui dapat menyebabkan luka bakar kimia
3.      Luka Bakar Elektrik
Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak, tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh.
4.      Luka Bakar Radiasi
Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif. Tipe injuri ini seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran. Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi.

Minggu, 08 Desember 2013

KRONIK DAN TERMINAL ILLNES PADA ANAK


Untuk Download File PPT (Persentasi) silahkan KLIK DISINI !!!

PENGERTIAN 
A.    Penyakit Kronik
            Penyakit kronik adalah suatu penyakit yang perjalanan penyakit berlangsung lama sampai bertahun-tahun,bertambah berat,menetap,dan sering kambuh. (Purwaningsih dan Karbina, 2009).
Penyakit kronis bisa menyebabkan kematian/ kondisi terminal.
            Ketidakmampuan merupakan persepsi individu bahwa segala hal yang dilakukan tidak akan mendapatkan hasil atau suatu keadaan dimana individu kurang dapat mengendalikan kondisi tertentu atau kegiatan yang baru dirasakan. (Purwaningsih dan Karbina, 2009).
            Jadi penyakit kronis yaitu penyakit yang terjadi pada seseorang dalam waktu lama akan membuat orang tersebut menjadi tidak mampu melakukan sesuatu seperti biasanya. 

Rabu, 17 Juli 2013

CARA KHITAN : METODE TERBARU SMART KLAMP

 
Smartklamp adalah salah satu inovasi terbaru dunia kedokteran khususnya di bidang sirkumsisi (khitanan) dan saat ini sangat banyak di pakai di dunia Internasional. Sejak diluncurkan pertama kali di pameran alat kesehatan dunia di Dusseldorf, German, tahun 2001, alat ini langsung melejit memasuki pusat-pusat pelayanan kesehatan di Eropa, Amerika dan Asia Tenggara. Alat ini sangat diminati oleh para dokter disebabkan alat ini sangat praktis dan aman dibandingkan alat lain yang saat ini ada.
Smartklamp memang dirancang untuk menghasilkan cara yang aman, cepat, dan canggih. Alat ini diciptakan dengan menggunakan teknologi plastik terkini dan diproduksi dengan standard mutu berkualitas tinggi.

Selasa, 23 April 2013

ASKEP KEHAMILAN KEMBAR (GEMELLI)



Definisi Kehamilan Kembar
 Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih (Manuaba, 1998 : 265).
 Kehamilan ganda adalah bila proses fertilisasi menghasilkan janin lebih dari satu (Saifuddin, 2001 : 311).
 Kehamilan ganda adalah satu kehamilan dengan dua janin atau lebih. (Mochtar, 1998).
 Kembar siam adalah keadaan anak kembar dimana tubuh keduanya bersatu yang terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna.
 Kehamilan ganda adalah suatu keadaan kehamilan dengan jumlah janin dua atau lebih.(Taber, 1994 : 282).
 Kehamilan ganda adalah kehamilan dimana terdapat dua atau lebih janin dalam satu uterus pada waktu kehamilan tersebut (sewaktu hamil). (Wikipedia Indonesia, 2003).

Senin, 22 April 2013

PENYAKIT MATA

BLEFARITIS

Blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata karena terjadinya produksi minyak yang berlebihan. Blefaritis adalah salah satu penyakit mata yang harus diwaspadai.Penyakit ini disebabkan kelenjar minyak di pangkal bulu mata mengalami kerusakan sehingga menyebabkan gatal di kelopak mata, iritasi, bahkan sampai peradangan. Kalau efek ini diarkan makan akan menjadi Blefaritis. Pada beberapa kasus sampai terjadi kerontokan bulu mata.
Ada dua jenis blefaritis yaitu :

  1. Blefaritis Anterior.
    Merupakan peradangan di kelopak mata bagian luar depan yaitu di tempat melekatnya bulu mata. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus.

  2. Blefaritis Posterior.

    Merupakan peradangan di kelopak mata bagian dalam, yaitu bagian kelopak mata yang bersentuhan dengan mata. Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.

Minggu, 17 Maret 2013

KEHAMILAN KEMBAR



2.1    Definisi Kehamilan Kembar
 Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih (Manuaba, 1998 : 265).
 Kehamilan ganda adalah bila proses fertilisasi menghasilkan janin lebih dari satu (Saifuddin, 2001 : 311).
 Kehamilan ganda adalah satu kehamilan dengan dua janin atau lebih. (Mochtar, 1998).
 Kembar siam adalah keadaan anak kembar dimana tubuh keduanya bersatu yang terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna.
 Kehamilan ganda adalah suatu keadaan kehamilan dengan jumlah janin dua atau lebih.(Taber, 1994 : 282).
 Kehamilan ganda adalah kehamilan dimana terdapat dua atau lebih janin dalam satu uterus pada waktu kehamilan tersebut (sewaktu hamil). (Wikipedia Indonesia, 2003).

Minggu, 17 Februari 2013

TERAPI DIET PADA SIROSIS HEPATIS

 

A.    PENGERTIAN SIROSIS HATI
Sirosis adalah proses difus yang ditandai oleh fibrosis dan perubahan struktur hepar yang normal menjadi nodula- nodula yang abnormal. Hasil akhirnya adalah destruksi hepatosit dan digantikan oleh jaringan fibrin serta gangguan atau kerusakan vaskular (Dipiro et al, 2006). Progevisitas sirosis akan mengarah pada kondisi hipertensi portal yang bertanggung jawab terhadap banyak komplikasi dari perkembangan penyakit sirosis ini. Komplikasi ini meliputi spontaneous bacterial peritonitis (SBP), hepatic encephalophaty dan pecahnya varises esophagus yang mengakibatkan perdarahan (hematemesis dan atau melena) (Sease et al, 2008). Pada sirosis hepatis, jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui proses bertahap. Jaringan parut ini mempengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati. Sel-sel hati menjadi rusak dan mati sehingga hati secara bertahap kehilangan fungsinya. Hati (liver) sebagaimana diketahui adalah organ di bagian kanan atas perut yang memiliki banyak fungsi, di antaranya:
  • Menyimpan glikogen (bahan bakar untuk tubuh) yang terbuat dari gula. Bila
diperlukan, glikogen dipecah menjadi glukosa yang dilepaskan ke dalam aliran darah.
  • Membantu proses pencernaan lemak dan protein.
  • Membuat protein yang penting bagi pembekuan darah.
  • Mengolah berbagai obat
  • Membantu membuang racun dari tubuh.
Sirosis merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena mengganggu fungsi-fungsi di atas. Selain itu, sirosis juga berisiko menjadi kanker hati (hepatocellular carcinoma). Risiko terbesar sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, diikuti dengan sirosis yang disebabkan oleh hemokromatosis.

Kamis, 31 Januari 2013

ASKEP GASTRITIS

A.  Konsep Medis
1.   Pengertian
Gastritis adalah peradangan lambung baik lokal atau menyebar pada mukosa lambung yang berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan bakteri atau bahan iritan lain (Reeves. J. Charlene). Umumnya gastritis dibedakan menjadi dua yaitu gastritis akut dan gastritis kronik.
Gastritis Akut
Gastritis akut adalah proses peradangan jangka pendek yang terkait dengan konsumsi agen kimia atau makanan yang mengganggu  dan merusak mukosa gastrik. Agen semacam ini mencakup bumbu, rempah-rempah, alkohol, obat-obatan, radiasi, kemoterapi dan mikroorganisme inefektif. Gastritis akut erosif adalah suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang akut dengan kerusakan-kerusakan erosif. Erosif karena perlukaan hanya pada bagian mukosa.
Gastritis Kronik
Gastritis kronik adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun.. inflamasi lambung yang lama dapat disebabkan oleh ulkus benigna dan maligna dari lambung atau oleh bakteri Helicobacter pylory (H. pylory). Gastritis kronis dapat diklasifikasikan sebagai tipe A dan tipe B. Tipe A (sering disebut sebagai gastritis autoimun) diakibatkan dari perubahan sel pariental yang menimbulkan atrofi dan infiltrasi seluler. Anemia pernisiosa berkembang dengan proses ini dan terjadi pada fundus atau korpus dari lambung. Tipe B (kadang disebut sebagai gastritis H. pylory) mempengaruhi antrum dan pilorus (ujung bawah lambung dekat duodenum). Ini dihubungkan dengan bakteri H. pylory yang menimbulkan ulkus dinding lambung. Juga dikenal tiga bentuk gastritis kronik gastritis kronik superfisialis, gastritis kronik hipotrofik atau atrofi gaster dan gastritis kronik hipertrofikans.

Selasa, 29 Januari 2013

TANGGAPI SI BUNTU SEJAK DINI (APENDIKSITIS)


Eh kalau makan, yang teratur ya ! karena dengan makan yang teratur kita dapat terhindar dari penyakit yang satu ini loh ! radang usus buntu (Appendicitis).
Sebetulnya apa sih usus buntu ? usus buntu (Appendix vermoformis) merupakan salah satu bagian organ saluran pencernaan yang berupa tonjolan kecil seperti tabung, panjangnya rata-rata 5-10 cm yang berpangkal pada perbatasan antara usus besar dan usus halus.
Pada awalnya usus buntu tidak memiliki fungsi, namun dari hasil penelitian Wiliam Parker di Duke University Medical Center pada tahun 2007 mengungkap fungsi apendiks sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh).
Lalu apa penyebab radang usus buntu itu ? appendiksitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, yaitu faktor penyumbatan oleh tinja (Feces) dan hyperplasia jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja (Feces) manusia sangat mungkin sekali telah tercemari oleh bakteri  Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu.

RUU (Rancangan Undang-Undang) Keperawatan Terbaru Pasal 1 - 59

Berikut adalah RUU (Rancangan Undang-Undang) Keperawatan yang sedang diperjuangan di Lembaga Negara DPR-RI oleh teman-teman Perawat maupun Mahasiswa Prodi Keperawatan. Semoga cepat terrealisasi menjadi UU (Undang-Undang) Keperawatan yang menjadi payung hukum bagi kita semua sebagai perawat

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR ……………………….

TENTANG

KEPERAWATAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang:
  1. Bahwa pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
  2. Bahwa kesehatan sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatan kepada seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
  3. Bahwa profesi keperawatan memiliki peran dan fungsi sangat strategis dalam pembangunan bidang kesehatan sebagaimana dimaksud pada butir (a).
  4. Bahwa keperawatan adalah profesi dibidang kesehatan yang bertanggung jawab dan akuntabel terhadap pelayanan keperawatan kepada masyarakat dan perlu dijamin serta dilindungi oleh undang-undang demi terselenggaranya pelayanan keperawatan yang aman dan berkualitas.
  5. Bahwa pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh perawat secara terus menerus berdasarkan keilmuan yang kokoh, kaidah etik dan nilai moral, serta standar profesi.
  6. Bahwa praktik keperawatan sebagai inti dari pelayanan keperawatan yang didasarkan pada kewenangan yang diberikan kepada perawat karena keahliannya, yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan globalisasi.
  7. Bahwa untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat dan perawat diperlukan pengaturan mengenai penyelenggaraan praktik keperawatan
  8. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada butir a, butir b, huruf c, huruf d, huruf e dan huruf f, g perlu ditetapkan Undang-Undang tentang Keperawatan.